Belajar Rukun Islam dengan Penuh Keceriaan
Sejak pagi hari, anak-anak sudah hadir dengan pakaian ihram mini yang menggemaskan. Wajah-wajah ceria dan penuh rasa ingin tahu tampak menghiasi lapangan. Suasana terasa berbeda—lebih khidmat namun tetap hangat dan menyenangkan.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari
Ustadz Fathurrahman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Dengan bahasa
yang sederhana dan mudah dipahami, beliau menjelaskan setiap rangkaian manasik,
mulai dari niat, thawaf, sa’i, hingga tahallul.
Anak-anak
mengikuti setiap tahapan dengan tertib. Mereka berjalan mengelilingi miniatur
Ka’bah, berlari kecil saat sa’i, dan mendengarkan penjelasan dengan penuh
perhatian. Para guru dengan sabar mendampingi, memastikan setiap siswa memahami
makna di balik setiap gerakan.
Tak hanya praktik, kegiatan ini juga diiringi lantunan talbiyah yang diucapkan bersama-sama. Suara anak-anak yang menggemakan, “Labbaikallahumma labbaik…” membuat suasana semakin menyentuh hati.
Manasik haji ini bertujuan untuk:
·
Mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini
·
Menanamkan kecintaan kepada ibadah haji
·
Melatih kedisiplinan dan kebersamaan
·
Memberikan pengalaman belajar yang nyata dan
menyenangkan
Melalui praktik langsung, anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami urutan dan makna ibadah haji secara sederhana.
Di penghujung kegiatan, seluruh peserta dan
guru berkumpul untuk berdoa bersama. Dengan penuh harap, dipanjatkan doa agar
kelak anak-anak diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah
haji yang sesungguhnya.
Semoga
kegiatan manasik haji ini menjadi pengalaman berharga yang tertanam dalam
ingatan mereka, serta menjadi langkah awal tumbuhnya generasi yang cinta ibadah
dan berakhlak mulia.
Belajar hari ini, berangkat ke Baitullah esok
hari, insyaAllah.
Madrasah Hebat, Generasi Taat Ibadah.
.png)